Jumat, 02 November 2012

AKSEPTOR BARU KB SUNTIK 1 BULANAN


ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. ”N”  USIA 38 TAHUN P4004 Ab000 DENGAN AKSEPTOR BARU KB SUNTIK 1 BULANAN
DI PUSKESMAS DONOMULYO MALANG



BAB  I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
         Keluarga berencana merupakan suatu cara yang efektif untuk mencegah mortalitas ibu dan anak, karena dapat menolong pasangan suami istri menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, dalam upaya safemotherhood  pilar yang diutamakan adalah tentang keluarga berencana yang memastikan bahwa setiap orang atau pasangan mempunyai akses ke informasi dan pelayanan KB agar dapat merencanakan waktu yang tepat untuk kehamilan dan jumlah anak Sesuai dengan tujuan pembangunan kesehatan yaitu tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi semua warga negara  agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum serta untuk mewujudkan Indonesia sehat 2010, maka pembangunan dan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat dianggap penting. Untuk mencapai tujuan tersebut, penggarapan program nasional KB diarahkan pada sasaran langsung yaitu pasangan usia subur (15 – 49) dengan jalan secara bertahap menjadi peserta KB yang aktif (Jica, 2003).
         Untuk dapat meningkatkan keluarga yang berkualitas di wilayah Indonesia, serta dapat menekan angka kematian dan kesakitan ibu, maka pemerintah mencanangkan program keluarga berencana ( KB ) bagi seluruh Indonesia. Program keluarga berencana ini memiliki misi untuk menekan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi, sebagai upaya integral dalam upaya meningkatkan kualitas keluarga. Salah satu metode dari kontrasepsi hormonal dalam bentuk injeksi adalah KB suntik 1 bulan
         Kontrasepsi jenis KB suntik 1 bulan (cyclofem) di Indonesia semakin banyak dipakai karena memiliki efektifitas yang tinggi, pemakaian yang praktis, harganya relative murah dan aman (Manuaba, 2002).





1.2   Tujuan
1.2.1  Tujuan Umum
Setelah melakukan Asuhan Kebidanan pada Ny.”N” Usia 38 tahun P4004 Ab000 dengan akseptor baru KB suntik 1 bulan diharapkan mahasiswa dapat memberikan asuhan kebidanan pada klien secara komprehensif dan sesuai dengan standart kebidanan yang berlaku.
1.2.2   Tujuan Khusus
Setelah dilakukan asuhan kebidana diharapkan mahasiswa dapat  :
1.        Mahasiswa mampu melakukan pengkajian pada klien yang meliput data subyektif dan obyektif  secara komprehensif.
2.        Mahasiswa mampu menegakkan diagnosa krbidanan berdasarkan data subyektif dan obyektif.
3.        Mahasiswa mampu mengantisipasi masalah potensial yang mungkin terjadi.
4.        Mahasiswa mampu melakukan  identifikasi  kebutuhan segera terhadap klien jika terjadi masalah potensial.
5.        Mahasiswa mampu membuat intervensi  atau   rencana   yang   akan dilaksanakan pada klien.
6.        Mahasiswa mampu melaksanakan tindakan dari rencana yang sudah dibuat.
7.        Mahasiswa mampu melaksanakan evaluasi yang telah dilaksanakan dan melakukan asuhan selanjutnya.
8.        Mahasiswa mampu mendokumentasikan asuhan kebidanan secara baik dan menyeluruh.

1.3     Manfaat
1.        Bagi petugas kesehatan
Dapat memberikan pelayanan yang baik pada klien  dalam hal kontrasepsi sehingga dapat meningkatkan taraf hidup kesehatan masyarakat pada umumnya dapat memberikan KIE dengan jelas kepada klien.

2.        Bagi Masyarakat
Dapat mengatur  jarak kelahiran dan dapat merencanakan jumlah anak yang diinginkan oleh suatu keluarga.

1.4     Metode Penulisan
1.        Wawancara 
                 Yaitu dengan  melakukan  tanya  jawab  secara langsung kepada klien.
2.        Observasi yaitu  dengan  melakukan  pemantauan  dan  melihat  tindakan  yang dilakukan pada klien.
3.        Praktek  langsung  yaitu  dengan melakukan tindakan yang dilakukan  pada klien secara langsung.
4.        Dokumentasi status yaitu dengan cara melihat pada pencatatan data, pendokumentasian mengenai klien di puskesmas.
5.        Studi kepustakaan yaitu dengan membaca dan meninjau kasus yang diangkat pada buku atau literatur yang ada.

1.5     Sistematika Penulisan
BAB I        :    PENDAHULUAN
Meliputi Latar Belakang, Tujuan, Manfaat, Metode Penulisan dan  Sistematika Penulisan
BAB II      :    TINJAUAN TEORI     
Berisi tentang Konsep Keluarga Berencana, Konsep KB suntik 1 bulan, dan Konsep Manajemen Asuhan Kebidanan.
BAB III     :    TINJAUAN KASUS
Membahas tentang Pengkajian Data, Identifikasi Masalah/ Diagnosa, Identifikasi Masalah Potensial, Identifikasi Kebutuhan Segera, Intervensi, Implementasi dan Evaluasi.
BAB IV     :    PEMBAHASAN
Berisikan tentang pembahasan adanya kesenjangan antara teori dengan kasus dan praktek dilapangan
BAB V      :    PENUTUP
Berisikan tentang kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA

BAB  II
TINJAUAN  TEORI

2.1     Konsep Keluarga Berencana
2.1.1   Definisi Keluarga Berencana
KB  adalah   suatu   usaha   guna  merencanakan   dan   mengatur  jarak kehamilan sehingga kehamilan dapat dikehendaki pada wakyu yang diinginkan (Saifuddin, 2003:32).
KB adalah tindakan yang membantu individu atau pemasangan suami istri untuk mendapatkan obyek tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan suami istri dan menentukan jumlah anak dalam keluarga ( WHO, 2002).
2.1.2    Tujuan
1.        Tujuan Umum
Tujuan umum KB adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu wilayah keluarga dengan cara mengatur jarak kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
2.        Tujuan Khusus
Penurunan angka kelahiran yang bermakna, guna mencapai tujuan tersebut maka ditempuh kebijaksanan :
1)        Fase menunda perkawinan
2)        Fase menjarangkan kehamilan
3)        Fase menghantikan/mengakhiri kehamilan/kesuburan
2.1.3   Pola Dasar Kebijakan Program KB
Pola dasar kebijakan program KB pada waktu itu antara lain  :
1.        Menunda  perkawinan  dan  kehamilan  sekurang – kurangnya   sampai berusia 20 tahun.
2.        Menjarangkan kelahiran dan dianjurkan menganut system keluarga
1)        Catur warga adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan 2 anak.
2)        Panca warga adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan 3 anak.
3.        Hendaknya  besarnya  keluarga  dicapai  dalam  usia  reproduksi   sehat yaitu sewaktu umur antara 20 – 30 tahun.
4.        Mengakhiri kesuburan pada usia 30 – 35 tahun.
2.1.4   Manfaat KB Untuk Kesehatan
1.        Untuk Ibu
1)        Mencegah kehamilan yang berulang kali dalam waktu pendek
2)        Mencegah keguguran yang menyebabkan kurang darah.
3)        Mencegah terserangnya penyakit infeksi dan kelelahan.
2.        Untuk Anak – anak yang dilahirkan
Anak yang dilahirkan akan mendapatkan sambutan dari ibu dalam keadaan sehat sehingga  :
1)        Tumbuh secara wajar sebelum lahir.
2)        Sesudah  lahir, mendapat  pemeliharaan  dan  makanan yang sesuai dari ibunya.
3.        Untuk Ayah
Memberi kesempatan kepadanya agar dapat  :
1)        Memperbaiki keadaan fisiknya
2)        Memperbaiki kesehatan mental dan sosial karena kecemasan berkurang serta lebih banyak waktu luang untuk keluarga.
4.        Untuk anak-anak lainnya
Memberi kesempatan untuk  :
1)        Perkembangan  fisik, karena  setiap anak memperoleh jarak dan jatah makanan yang cukup.
2)        Perkembangan mental dan emosi yang cukup banyak
3)        Memberi  kesempatan   pendidikan   yang  lebih baik karena pendapatan tidak habis buat hidup saja
5.        Untuk Seluruh Keluarga
1)        Meningkatkan  kesehatan fisik, mental dan emosi dari setiap anggota keluarga
2)        Suatu  keluarga  yang  direncanakan  dengan  baik  memberi  yang nyata bagi generasi yang akan datang 
3)        Setiap anggota keluarga mempunyai kesempatan yang lebih banyak  untuk mendapatkan pendidikan
4)        Suatu keluarga yang direncanakan dengan baik dapat memberi sumbangan yang lebih banyak untuk kesejahteraan lingkungan.
2.1.5   Memilih Metode Kontrasepsi
1.        Syarat-syarat  yang  harus dipenuhi oleh suatu metode kontrasepsi yang baik ialah  :
1)        Aman dan tidak berbahaya
2)        Dapat diandalkan
3)        Dapat diterima oleh orang banyak
4)        Pemakaian jangka lama
5)        Sederhana, sedapat-dapatnya tidak usah dikerjakan oleh dokter
2.        Faktor – faktor dalam memilih metode kontrasepsi :
1)        Faktor pasangan – motivasi dan rehabilitasi
a.         Umur
b.        Gaya hidup
c.         Frekwensi senggama
d.        Jumlah keluarga yang diinginkan
e.         Pengalaman dengan kontrasepsi yang lain
f.         Sikap kewanitaan
g.        Sikap kepriaan


2)        Faktor Kesehatan – kontraindikasi absolute dan relatif
a.         Status kasehatan
b.        Riwayat haid
c.         Pemeriksaan fisik
d.        Pemeriksaan panggul
3)        Faktor metode kontrasepsi penerimaan dan pemakaian berkesinambungan  :
a.         Efektifitas
b.        Efek samping minor
c.         Kerugian
d.        Komplikasi-komplikasi yang potensial
e.         Biaya

2.2     Konsep KB Suntik 1 Bulan (Cyclofem)
2.2.1   Pengertian
Jenis suntikan kombinasi adalah 25 mg depo medrogsi progestaron asetat dan 5 mg estradiol sipinoat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali (cyclofem) dan 50 mg noretrindon enoat dan 5 mg estradiol valerat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali  (Saifuddin, 2003;84).
2.2.2   Cara Kerja
1.        Mencegah ovulasi
2.        Mengentalkan lendir servik sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma
3.        Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi
4.        Menghambat gamet ke tuba
2.2.3   Efektifitas
Sangat tinggi (0,1 – 0,4 kehamilan  per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan.
2.2.4   Keuntungan Kontrasepsi
1.        Resiko terhadap kesehatan kecil
2.        Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
3.        Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
4.        Jangka panjang
5.        Efek samping sangat kecil
6.        Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
2.2.5   Keuntungan Non Kontrasepsi
1.        Mengurangin jumlah perdarahan
2.        Mengurangu nyeri saat haid
3.        Mencegah anemia
4.        Khasiat pencegahan terhadap kanker ovarium dan kanker endometrium
5.        Mengurangi penyakit payudara jinak dan kista ovarium
6.        Mencegah kehamilan ektopik
7.        Melindungi klien dari jenis-jenis tertentu penyakit radang panggul
8.        Pada    keadaan   tertentu   dapat    diberikan    pada    perempuan     usia perimenopouse
2.2.6   Kerugian
1.        Terjadi   perubahan   pada  pola  haid   seperti   tidak teratur, perdarahan bercak atau perdarahan selama sampai 10 hari
2.        Mual,   sakit kepala,  nyeri payudara ringan dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua dan ketiga
3.        Ketergantungan   klien    terhadap   pelayanan   kesehatan.   Klien  harus kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan
4.        Efektifitasnya   berkurang  bila  digunaan bersamaan dengan obat-obat epilepsy atau obat tubercolusis
5.        Dapat  menimbulkan   efek  samping yang serius seperti jantung, stroke, bekuan  darah  pada paru atau otak yang kemungkinan timbulnya tumor hati
6.        Panambahan berat badan
7.        Tidak   menjamin   perlindungan   terhadap   penularan  terhadap infeksi menular seksual, hepatitis B atau intervensi virus HIV
8.        Kemungkinan  terlambatnya  pemulihan  kesuburan setelah penghentian pemakaian
2.2.7   Yang Tidak Boleh Menggunakan Suntikan Kombinasi
1.        Hamil atau diduga hamil
2.        Menyusui dibawah 6 minggu pasca persalinan
3.        Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
4.        Penyakit hati akut
5.        Usia > 35 tahun yang merokok
6.        Riwayat penyakit jantung, stroke atau dengan tekanan darah tinggi (>180 / 110 mmHg)
7.        Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan kencing manis                 > 20 tahun
8.        Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migrain
9.        Keganasan payudara
2.2.8   Yang Boleh Menggunakan Suntikan Kombinasi
1.        Usia reproduksi
2.        Telah memiliki anak ataupun yang belum memiliki anak
3.        Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitasnya tinggi
4.        Menyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan
5.        Anemia
6.        Nyeri haid hebat
7.        Riwayat kehamilan ektopik
8.        Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi
2.2.9   Waktu Mulai Menggunakan Suntikan Kombinasi
1.        Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid. Tidak diperlukan kontrasepsi tambahan
2.        Bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke 7 siklus haid, klien tidak hamil. Klien tidak boleh melakukan hubungan seksual untuk 7 hari lamanya atau penggunaan metode kontrasepsi yang lain selama masa waktu 7 hari
3.        Bila   klien  pasca   persalinan  >   6 bulan, menyusui, serta belum haid, suntikan pertama diberikan, asal saja dapat dpastikan ibu tidak hamil
4.        Bila pasca persalinan 3 minggu dan tidak menyusui, suntikan kombinasi dapat diberikan
5.        Pasca keguguran, suntikan kombinasi dapat diberikna atau dalam waktu 7 hari
6.        Ibu  dengan   menggunakan metode kontrasepsi hormonal yang lain dan dan ingin mengganti dengan kontrasepsi hormonal kombinasi, selama ibu tersebut menggunakan kontrasepsi sebelimnya secara benar, suntikan kombinasi dapat segera diberikan tanpa menunggu haid. Bila ragu-ragu perlu dilakukan uji kehamilan terlebih dahulu.
7.        Bila   kontrasepsi  sebelumnya   juga   kontrasepsi    hormonal, dan  ibu tersebut ingin mengganti dengan suntikan kombinasi, maka suntikan kombinasi tersebut dapat diberikan sesuai jadwal kontrasepsi sebelumnya. Tidak diperlukan metode kontrasepsi lain.
8.        Ibu   yang   menggunakan   metode  kontrasepsi non hormonal dan ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi, maka suntikan pertama dapat diberikan asal saja diyakini ibu tersebut tidak hamil dan pemberiannya tanpa menunggu datangnya haid. Bila diberikan pada hari 1 – 7 siklus haid metode kontrasepsi lain tidak diperlukan. Bila sebelumnya IUD dan ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi, maka sutikan pertama diberikan hari 1 – 7 siklus haid. Cabut segera IUD.
2.2.10  Cara Penggunaan
Suntikan kombinasi diberikan setiap bulan dengan suntikan intra muscular dalam. Klien diminta setiap minggu. Suntikan ulang dapat diberikan 7 hari lebih awal, dengan kemungkinan terjadi gangguan perdarahan. Dapat juga diberikan setelah 7 hari dari jadwal yang sudah diberikan, asal saja diyakini ibu tersebut tidak hamil. Tidak dibenarkan melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan metode kontrasepsi yang lain untuk 7 hari saja.
2.2.11  Instruksi Untuk Klien
1.        Klien  harus kembali ke dokter untuk mendapat suntikan kembali setiap 4 minggu
2.        Bila    tidak   haid   lebih  dari   2 bulan, klien harus kembali ke dokter/petugas kesehatan untuk memastikan hamil atau tidak
3.        Jelaskan   efek   samping  tersering yang juga didapat pada penyuntikan dan apa yang harus dilakukan bila hal tersebut terjadi. Bila klien mengeluh mual, sakit kepala atau nyeri payudara serta perdarahan, informasikan kalau keluhan tersebut sering ditemukan dan biasanya akan hilang pada suntikan ke 2 atau ke 3
4.        Apabila klien sedang menggunakan obat-obat tuberkolusis atau epilepsi obat - obat  tersebut  dapat  mengganggu  efektifitas   kontrasepsi yang sedang digunakan
2.2.12  Tanda-tanda  Yang   Harus   Diwaspadai   Pada   Penggunaan   Suntikan Kombinasi
1.        Nyeri   dada   hebat   atau   nafas pendek. Kemungkinan adanya bekuan darah di paru atau serangan jantung
2.        Sakit  kepala  hebat   atau gangguan penglihatan. Kemungkinan terjadi srtoke, hipertensi atau migraine
3.        Nyeri   tungkai  hebat, kemungkinan  telah terjadi  sumbatan pembuluh darah pada tungkai.
4.        Tidak  terjadi  perdarahan  atau spoting selama 7 hari sebelum suntikan berikutnya, kemungkinan terjadi kehamilan.

2.3     Tinjauan Manajemen Kebidanan Varney
Adalah  penerapan fungsi dan kegiatan yang bertanggung jawab dalam pelayanan pada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan.

I.     Pengkajian
Tanggal  :    Untuk   mengetahui   kapan   mulai dilakukan pengkajian pada klien.
Jam        :    Untuk   mengetahui   kapan   mulai dilakukan pengkajian pada klien.
No Reg  :    Untuk   dapat   membedakan antara pasien dengan pasien yang lain.
A. Data Subyektif
1.    Biodata
-    Nama            :    Untuk   mengenal   dan   memanggil  ibu,  serta   untuk mempermudah komunikasi agar lebih akrab
-    Umur            :    Digunakan   untuk     mengetahui   keadan  ibu  apakah ibu cocok dengan kontrasepsi yang digunakan.
-    Agama          :    Untuk mengetahui kepercayaan klien terhadap agama dan mengenali    hal-hal   yang    berkaitan    dengan kontrasepsi yang digunakan klien.
-    Suku             :  Untuk   mengetahui  dari  suku  mana  ibu  berasal dan adakah larangan dalam penggunaan kontrasepsi
-    Pendidikan   :    Untuk  mengetahui   tingkat  pengetahuan klien sebagai dasar memberikan asuhan.
-    Pekerjaan      :    Untuk mengetahui ekonomi dan aktifitas ibu sehari-hari  dan apakah   aktifitas   ibu dapat mempengaruhi kesehatan ibu.
-    Penghasilan  :    Untuk mengetahui taraf ekonomi klien.
-    Alamat          :    Untuk mengetahui alamat tempat tinggal dan kemungkinan bila ada ibu yang sama namanya.

2.    Alasan Datang
Untuk mengetahui penyebab apa yang menimbulkan klien datang
3.   Keluhan Utama
Untuk  mengetahui apa saja  yang dirasakan klien pada saat kita mengkaji seperti perdarahan, menstruaasi yang tidak teratur ataupun tidak ada keluhan apapun
4.    Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Untuk   mengetahui  penyakit   yang  pernah  diderita ibu sebelumnya baik menular  dan  menurun   dan  selama  pemakaian  kontrasepsi  ini  adakah keluhan-keluhan   yang     merupakan   efek   samping   dari pemakaian kontrasepasi yang digunakan sehingga mengganggu kesehatan ibu
5.    Riwayat Kesehatan Keluarga
                            -    Anggota    keluarga    yang    mempunyai   penyakit   tertentu terutama penyakit menular seperti hepatitis, TBC, dll
                            -    Penyakit keluarga yang diturunkan seperti dibetes, asma, jantung, dll
6.   Riwayat Penyakit Sekarang
Untuk   mengetahui   apakah   ibu  sekarang  sedang  menderita penyakit   menular   seperti   TBC,   hepatitis   dan   penyakit   yang menurun seperti diabetes, asma, jantung dan penyakit menurun lainnya
7.    Riwayat Haid
Untuk mengetahui  usia berapa ibu pertama kali haid dan keluhan yang dirasakan, seperti banyaknya darah haid yang keluar, flour albus, keluhan seperti    haid   yang   terus  menerus,   sehingga   diketahui   keadaan  alat reproduksi ibu normal atau tidak



8.    Riwayat Perkawinan
Untuk mengetahui klien pernah menikah berapa kali menikah , usia waktu pertama menikah dan jumlah anak hasil dari pernikahan klien.
9.   Riwayat Kehamilan, Persalinan Dan Nifas Yang Lalu
Untuk  mengetahui  jumlah  kehamilan,  persalinan dan  nifas serta untuk mengetahui kelainan yang pernah terjadi.
10.  Riwayat KB
Untuk   mengetahui    KB    yang    pernah    digunakan    ibu      dan lama pemakaian  serta  keluhan  yang dirasakan selama pemakaian KB suntik 1 bulan
11. Pola Kebiasaan Sehari – hari
Untuk mengetahui kebiasaan/aktifitas yang dilakukan ibu setiap hari dan adakah pola kegiatan ibu selama menggunakan kontrasepsi
12. Data Psikososial  
Untuk   mengetahui     keadaan    psikologis  dan  apakah  keluarga  setuju dengan metode kontrasepsi yang digunakan ibu.
13.  Data Spiritual
Untuk    mengetahui    kebiasaan    ibu    dalam    beribadah   dan    untuk mempermudah petugas dalam melakukan pendekatan.
14.  Data Sosial Budaya
Untuk mengetahui kebiasaan ibu dalam kepercayaan yang dianut ibu dan keluarga.
B. Data Obyektif
1.   Pemeriksaan Umum
-    Keadan Umum         :    Baik
-    Kesadaran                :    Composmentis
-    Tanda – tanda Vital :   
§  Tekanan Darah    :    90/60-130/90    mmHg
§  Suhu                    :    36.5-37,5°C
§  Nadi                     :    60-80 x/mnt
§  RR                       :    16-24 x/mnt
-    BB bulan lalu dan BB sekarang            
Digunakan untuk mengetahui adakah penambahan atau penurunan berat badan yang dialami ibu selama menggunakan kontrasepsi suntik 1 bulan
2.   Pemeriksaan fisik
a.  Inspeksi
-    Kepala             :    Apakah   tampak    benjolan   abnormal/ tidak , tampak bersih/tidak
-    Muka               :    Tampak   cemas/tidak,    oedem/ tidak
-    Mata                :    Simetris/tidak, sclera ikterus/tidak, conjungtiva anemis/tidak  
-    Hidung            :  Ada pernafasan   cuping  hidung/tidak,  terdapat cairan dan darah/tidak
-    Telinga             :    Simetris/tidak, terdapat serumen/tidak.
-    Mulut               :    Bibir pucat/tidak, terdapat stomatitis/ tidak ada caries pada gigi/tidak.
-    Payudara         :    Simetris/tidak,  puting  susu   menonjol/ tidak   tampak benjolan abnormal/tidak
-    Abdomen        :    Ada luka  bekas  operasi/tidak, tampak benjolan abnormal/tidak 
-    Genetalia         :    Tampak   benjolan   abnormal/ tidak,   tampak pembengkakan kelenjar  bartolini dan skene/tidak, tampak keluarnya cairan abnormal/tidak
-    Anus                :    Bersih/tidak, terdapat haemoroid/tidak
-    Ekstremitas
§  Atas            :    Pergerakan aktif/tidak, oedem/tidak
§    Bawah      :    Pergerakan aktif/tidak, oedem/tidak,   terdapat varises/tidak.
-    Integumen       :    Turgor kulit baik/tidak

b. Palpasi
-    Kepala             :    Teraba benjolan abnormal/tidak
-    Leher               :    Teraba pembesaran kelenjar tyroid, limfe/tidak
-    Payudara         :    Teraba   benjolan   abnormal/tidak,   ada   nyeri tekan/tidak.
-    Abdomen        :    Teraba benjolan abnormal/tidak, ada  nyeri tekan/tidak
-    Genetalia         :    Teraba  pembengkan   kelenjar   bartolini   atau skene/tidak
c. Auskultasi
-    Dada                :    Terdengar weezing dan ronchi/tidak
-    Abdomen        :    Bising usus terdengar baik/tidak
d.  Perkusi
-    Bagaimana reflek parella ( + / - )

II.  Identifikasi Masalah/Diagnosa
DX    :    Mengidentifikasidata dasar yang diperoleh melalui data subyektif dan obyektif   sehingga   diperoleh   kesimpulan   atau   diagnosa  sehingga diperoleh kesimpulan atau diagnosa Ny.”....” Usia .… tahun P..…Ab…. Dengan Akseptor Ulang Suntik 1 Bulan
DS    :    -    Ibu   mengatakan   telah   memiliki …orang anak dan anak terakhir berusia.
              -    Ibu mengatakan tidak/pernah mengalami keguguran dalam  kehamilannya.
              -    Ibu mengatakan ingin suntik KB 1 bulan.
              -    Ibu mengatakan telah menjadi pemakai KB suntik selama…
DO    :   -    Keadan Umum           :    Baik
              -    Kesadaran                   :    Composmentis
              -    Tanda – tanda Vital    :   
§  Tekanan Darah       :    90/60-130/90mmHg
§  Suhu                       :    36.5-37,5°C
§  Nadi                       :    60-80 x/mnt
§  RR                         :    16-24x/mnt
              -   Data Penunjang           :    Kartu akseptor KB suntik 1 bulan

III. Identifikasi Masalah Potensial
Masalah yang bisa terjadi pada ibu akibat penggunaan konyrasepsi KB suntik 1 bulan.

IV.  Identifikasi Kebutuhan Segera
Menentukan   tindakan  yang  harus   segera  dilakukan   jika terjadi  masalah potensial.

V.   Intervensi
DX :    Ny.”....” Usia… P… Ab… Dengan Akseptor Baru Suntik 1 Bulan.
Tujuan             :    -   Ibu mendapatkan suntikan KB suntik 1 bulan.
                             -  Tidak    terjadi   kehamilan    pada  ibu  akseptor KB suntik 1 bulan.
                             -  Setelah  dilakukan asuhan kebidanan diharapkan ibu tetap menjadi akseptor KB aktif.
Kriteria Hasil :     -   Tanda-tanda vital ibu dalam batas normal
§   Tekanan darah    :  90/60 – 130/90  mmHg
§   Suhu                   :  36,5 – 37,5 °C
§   Nadi                   :  60 – 100 x/mnt
§   RR                      :  16 – 24 x/mnt
                             -   Tidak terjadi abses pada tempat penyuntikan
                             -   Ibu mampu mempertahankan berat badannya    agar tidak terjadi peningkatan berat badan yang berlebihan
                             -   Klien melakukan kunjungan ulang sesuai dengan jadwal penyuntikan
Intervensi    :
1.         Beritahu hasil pemeriksaan kesehatan pada ibu
R/         Mengurangi kecemasan ibu terhadap kondisi kesehatannya.
2.     Lakukan  informed  consent  terhadap ibu sebelum dilakukan penyuntikan KB
R/   Dengan adanya persetujuan dari ibu dapat memberikan perlindungan hukum pada petugas kesehatan dalam melakukan suatu tindakan.
3.     Siapkan alat yang akan digunakan dalam pemberian KB suntik 1 bulan
R/   Persiapan   yang   matang   dan   tepat   dalam meningkatkan kualitas dalam memberikan   pelayanan  kontrasepsi  dan lebih efektif dalam melakukan suatu tindakan.
4.     Cuci tangan sebelum dilakukan tindakan penyuntikan
R/   Cuci  tangan   merupakan   langkah  awal untuk mencegah terjadinya resiko terjadinya kontaminasi silang antara petugas kesehatan dengan pasien.
5.     Lakukan   pengocokan   pada   vial  KB  suntik 1 bulan secara lembut dan merata
R/   Pengocokan    memiliki    fungsi   agar    baik  atau   larutan maupun kandungan obat dapat bercampur menjadi homogen dan khasiat larutan KB dapat dirasakan oleh ibu
6.     Lakukan   penyedotan   obat dari vial sampai habis dengan menggunakan spuit
R/   Pemberian    dosis   yang   tepat  dapat  meningkatkan efektifitas obat melebih optimal
7.     Tentukan lokasi tempat penyuntikan
R/   Lokasi   yang     tepat   dalam   pemberian   KB   suntik 1 bulan dapat meningkatkan efektifitas kerja dari kontrasepsi yang diberikan
8.     Bersihkan   lokasi   kulit  ibu pada daerah penyuntukan KB suntik 1 bulan dengan menggunakan alkohol
R/   Alkohol   berfungsi   mematikan kuman pathogen yang ada di sekitar lokasi penyuntikan
9.     Lakukan    penusukan   pada   lokasi  kulit yang sudah dibersihkan dengan jarum suntik steril, lakukan aspirasi pada lokasi tempat penyuntikan ibu dan masukkan obat ke dalam tubuh ibu
R/   Penusukan   yang  tepat   mengurangi rasa nyeri yang dirasakan oleh ibu, dilakukan aspirasi mengurangi resiko masuknya obat ke dalam vena
10.   Tidak    melakukan    penekanan   yang   berlebihan   pada  lokasi tempat penyuntikan, beritahu ibu untuk tidak melakukan pengusapan yang berlebihan pada lokasi tempat penyuntikan
R/   Pengusapan   yang    berlebihan   menyebabkan   obat   lebih   cepat terserap dalam tubuh ibu dan mengurangi   efektifitas  dari kontrasepsi yang diberikan
11.   Buang alat suntik yang benar di tempat yang aman
R/   Pembuangan yang tepat melindungi petugas kebersihan dari cidera dan penularan infeksi melalui jerum suntik yang telah digunakan
12.   Berikan KIE ulang tentang efek samping penggunaan KB suntik 1 bulan kepada ibu
R/   Ibu dapat lebih kooperatif  dengan keadaan kesehatannya
13.   Beritahu ibu untuk melakukan kunjungan  ulang untuk mendapatkan suntikan KB suntik 1 bulan berikutnya
R/   Efektifitas   konterasepsi   KB   suntik  1  bulan  akan  hilang dalam jangka waktu 1 bulan dan ibu memiliki  resiko untuk terjadi kehamilan

VI.  Implememtasi
Dilakukan sesuai intervensi yang sudah dibuat



VII.        Evaluasi
Digunakan   untuk mengetahui   sejauh  mana  keefektifan  dan keberhasilan dari asuhan yang telah diberikan dengan mengacu pada kriteria hasil .




























BAB III
TINJAUAN KASUS

I.              PENGKAJIAN
Hari/ tanggal   :    Jumat, 20 Januari 2012
Jam                 :    17.00 WIB
No. Reg          :    -
A.  Data Subyektif
1.        Biodata
Nama klien   : Ny.”N’                       Nama suami  :    Tn.”H”
Umur            : 38 tahun                     Umur            :    45 tahun
Suku             : Jawa                           Suku             :    Jawa
Agama          : Islam                           Agama          :    Islam
Pendidikan   : Perguruan Tinggi        Pendidikan   :    Perguruan
                                                                                     Tinggi
Pekerjaan      : IRT                             Pekerjaan      :    Swasta
Penghasilan  :    -                                Penghasilan  :    -
Alamat          : Donomulyo                Alamat          :    Donomulyo
2.        Alasan Datang
Ibu mengatakan ingin suntik KB 1 bulan
3.        Keluhan Utama
Ibu mengatakan tidak ada keluhan
4.        Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti hepatitis, TBC, dan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti  hipertensi, jantung, diabetes, asma
5.        Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit yang merupakan kontra indidkasi dari kontrasepsi suntik seperti penyakit hipertensi jantung, ginjal

6.        Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular seperti hepatitis, TBC, dan tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti jantung, hipertensi, DM
7.        Riwayat Haid
-    Menarche      :    12 tahun
-    Siklus            :    28 hari
-    Lama            :    6 – 7 hari
-    Jumlah          :    2 – 3x ganti pembalut/hari
8.        Riwayat Pernikahan
-    Menikah                          :    1x
-    Lama                               :    19 tahun
-    Umur pertama menikah   :    19 tahun
-    Jumlah anak                     :    4          
9.        Riwayat Kehamilan, Persalinan Dan Nifas Yang Lalu
No
Kehamilan
Persalinan
Anak
Nifas
Masalah lain
Suami
Hamil ke
UK
Penolong
Cara
Penyulit
Sex
BBL
(kg)
H/P/I/A
Mati
Hidup umur
Hari
Menyusui
1
I
I
aterm
Bidan
N
-
3
H/A
-
18th
40hr
2th
-
2
I
II
aterm
Bidan
N
-
3,3
H/A
-
13th
40hr
2th
-
3
I
III
aterm
Bidan
N
-
2,9
H/A
-
9th
40hr
1,5th
-
4
I
IV
aterm
Bidan
N
-
3
H/A
-
5th
40hr
1,5th
-
10.    Riwayat KB
Ibu mengatakan tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi
11.    Pola Kebiasaan Sehari-hari
-    Nutrisi                 :    Ibu makan 3x sehari dengan komposisi, nasi, sayur, lauk-pauk. Minum air putih 8 – 10 gelas /hari dan tidak ada pantangan makanan.
-    Eliminasi              :    BAK : 4 – 5x/hari dan BAB 1x/hari.
-    Istirahat               :    Ibu tidur siang ± 2 jam/hari dan tidur malam ± 8 jam/hari.
-    Aktivitas              :    Ibu mengatakan melakukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, memasak.
-    Personal hygiene :    Ibu mengatakan mandi 2x sehari, gosok gigi 2x/hari, ganti baju dan CD setiap habis mandi, keramas 2x seminggu.
12.    Pola Psikologis dan Sosial
a.    Psikologi
Ibu mengatakan bahagia dengan kehidupannya yang sekarang dan ibu merasa cocok dengan kontrasepsi yang digunakan untuk menghindari terjadinya kehamilan
b.    Sosial
Ibu mengatakan hubungan ibu dan suami baik, begitu juga hubungan ibu dengan keluarga dan masyarakat sekitar.

B.  Data Obyektif
1.        Pemeriksaan Umum
-    Keadaan Umum     :    Baik
-    Kesadaran              :    Composmentis
-    Tanda-tanda vital
§  Tekanan darah   :    150/100 mmHg
§  Nadi                  :    80x/menit
§  Suhu                  :    -
§  RR                     :    22x/menit
-    BB                         :    47 kg
-    TB                          :    148 cm
2.        Pemeriksaan Fisik
a.    Inspeksi
-    Kepala            :    Simetris, bersih rambut berwarna hitam.
-    Muka              : Tidak pucat, tidak oedema, tidak ada hiperpigmentasi pada pipi.
-    Mata               :    Simetris, sclera tidak ikterus, konjungtiva tidak anemis.
-    Hidung           :    Lubang hidung simeris, bersih tidak ada polip.
-    Telinga            :    Simetris, bersih, dan tidak ada serumen.
-    Leher              :    Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, kelenjar limfe. 
-    Dada               :    Simetris, tegang puting susu menonjol.
-    Perut               :    Tidak ada luka bekas operasi.
-    Ekstremitas          :           Atas      : Pergerakan aktif, simetris, tidak oedema.
                                 Bawah : Simetris, tidak ada oedema, pergerakan aktif.
b.    Palpasi
-    Leher               :    Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran kelenjar limfe.
-    Payudara         :    Tidak ada benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan.
-    Perut               :    Tidak ada pembesaran uterus dan hepar, tidak ada nyeri tekan.
c.    Auskultasi
-
d.   Perkusi
Reflek patella : positif

II.           IDENTIFIKASI MASALAH/DIAGNOSA
Dx     :    Ny ”N” Usia 38 Tahun P4004 Ab000 Dengan Akseptor Baru KB Suntik 1 Bulan
Ds     :    Ibu mengatakan ingin menggunakan suntik KB  1 bulan
Do     :    -   Keadaan Umum     :    Baik
              -   Tanda-tanda vital   :
§  Tekanan darah   :    120/70 mmHg
§  Nadi                  :    80x/menit
§  Suhu                  :    -
§  RR                     :    22 x/menit
              -   BB                         :    47 kg
              -   TB                          :    148 cm

III.        IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL
                              -
IV.        IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
                              -
V.           INTERVENSI
Dx     :    Ny.”N” Usia 38 Tahun P4004 Ab000 Dengan Akseptor Baru KB Suntik 1 Bulan
1.        Lakukan pendekatan teraupiutik pada klien
R/    Agar terjalin hubungan baik dan ibu dapat kooperatif pada setiap tindakan yang dilakukan petugas kesehatan
2.        KIE ulang efek samping dan komplikasi KB suntik 1 bulaan
R/    Menambah pemahaman ibu dan pengetahuannya tentang KB suntik 1 bulanan
3.        KIE ulang cara keraja KB suntik 1 bulanan
R/    Menambah pemahaman ibu dan pengetahuan ibu tentang cara kerja KB suntik 1 bulanan
4.        Berikan injeksi KB 1 bulanan (cyclofem)
R/    Membantu ibu menunda kehamilan
5.        Anjurkan ibu untuk kontrol lagi yaitu pada tanggal 20 Februari 2012 atau jika ada keluhan sewaktu-waktu
R/    Klien dapat datang untuk kontrol dan mendapatkan suntikan KB sesuai dengan waktunya

VI.        IMPLEMENTASI
Dx     :    Ny.”N” Usia 38 Tahun P4004 Ab000 Dengan Akseptor Baru KB Suntik 1 Bulan
1.        Melakukan pendekatan teraupeutik pada ibu dengan cara membari salam, memperkenalkan diri dan menghajak klien berbicara
2.        Menjelaskan efek samping dan komplikasi KB suntik yaitu pusing/sakit kepala jerawat. Payudara lembek, perubahan berat badan, kenaikan tekanan darah, dan perubahan siklus haid
3.        Menjelaskan cara kerja KB suntik 1 bulanan yaitu dengan penyuntian hormone yang dapat membuat hormone dalam tubuh ibu yang semula seimbang sehingga indung telur ibu tidak mengeluarkan sel telur
4.        Memberikan injeksi KB cyclotem secara IM ada  SIAS dengan tujuan untuk membantu ibu dalam menunda kehamilan
5.        Menganjurkan ibu untuk kontrol kembali tanggal 17 Februari 2012 dan memberitahu ibu bila ada keluhan sewaktu-waktu segera datang ke  tempat pelayanan kesehatan terdekat

VII.     EVALUASI
Tanggal :    20 Januari 2012
Jam        :    17.15 WIB
S            :    Ibu mengatakan lega sudah disuntik KB 1 bulan
O           :    - Terdapat bekas suntikan pada bokong ibu
-   Tidak terdapat benjolan pada bekas suntikan
-   Tidak ada perdarahan pada bekas suntikan
A           :    Ny “N” usia 38 tahun P4004 Ab000 Dengan Akseptor Baru KB Suntik 1 bulanan
P            :   
1.    Anjurkan ibu untuk kembali pada tanggal 17 Februari 2012
2.    Anjurkan ibu untuk kembali periksa jika ada keluhan








 BAB IV
PEMBAHASAN


Asuhan kebidanan pada Ny.”N” Usia 38 tahun P4004 Ab000 dengan Akseptor Baru KB Suntik 1 Bulan telah dilakukan pengkajian (data subyektif dan data obyektif) sesuai dengan manajemen kebidanan 7 langkah varney melalui anamnesa langsung pada pasien dan beberapa pemeriksaan. Dalam pengkajian data tidak ditemukan kesenjangan antara lain teori dan dilapangan
Pada pengidentifikasian diagnosa dan identifikasi masalah tidak terjadi kesenjangan pula, karena diagnosa di ambil dari prosedur anamnesa, pada kasus ini tidak ada masalah yang muncul. Karena ibu baru memakai alat kontrasepsi suntik KB 1 bulanan.
Pada langkah antisipasi masalah potensial, dalam kasus ini tidak ditemukan adanya masalah potensial karena dari hasil pemeriksaan dan dignosa ibu dalam keadaan baik
Dalam identifikasi kebutuhan segera dalam kasus ini tidak memerlukan tindakan yang khusus, cepat dan segera untuk menangani ibu agar tidak terjadi kematian. Dan pada kasus tidak ada tanda tanda yang mengancam jiwa ibu
Pada pengembangan rencana, implementasi dan evaluasi tidak ada kesenjangan antara teori dengan praktek. Dimana dalam praktek langkah langkah tersebut disesuaikan dengan kedaaan pasien. Sehingga tujuan dilakukan asuhan kebidanan Ny.”N” Usia 38 tahun P4004 Ab000 dengan akseptor baru KB suntik 1 bulan dapat tercapai.


BAB V
PENUTUP

5.1         Kesimpulan
1.        Konstrasepsi merupakan suatu usaha untuk mengatur jarak/jumlah kehamilan
2.        Pada fase menunda atau menajarangkan kehamilan dengan usia ibu < 35 tahun dan tidak menyusui atau menyusui ASI pasca persalinan > 6 bulanan. Lebih dianjurkan untuk memilih kontrasepsi IUD, pil, suntik, susuk dan kontrasepsi sederhama.
3.        Dalam pemberian kontrasepsi suntikan kita harus melakukan pemeriksaan fisik secara teliti dengan memperhatikan faktor indikasi dan kontra indikasi
4.        Setiap orang dengan kontrasepsi hormonal (suntik) mengalami efek samping yang berbeda.

5.2         Saran
1.        Bagi petugas yang memberikan asuhan kebidanan diharapkan tetap mempertahankan jalinan komunikasi dalam upaya menjalin kerja sama antara petugas dan klien untuk keberhasilan asuhan yang diberikan.
2.        Bagi klien/ibu harus bisa mengingat jadwal kembali untuk melakukan suntikan ulang.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar