Senin, 15 Oktober 2012

PEMULIAAN IKAN NIRWANA (PENGELOLAAN DAN SELEKSI)

IKAN NILA NIRWANA
(Proses Pengelolaan dan Seleksi)

Ikan Nila di Jawa Barat merupakan ikan introduksi yang datang pertama kali dari Taiwan pada. tahun 1969 (Hardjamulia & Djajadireja 1977).

Tahun 1975
didatangkan Nila. Hibrid (hasil silang T. nilotica dan T. mossambica) dari Taiwan. Nila. Merah muncul pada. tahun 1981
yang diintroduksi dari Philipina. Kemudian pada tahun 1988 - 1989 didatangkan Parent Stock Nila Chitralada dari Thailand, namun tidak berkembang.

Ikan Nila GIFT merupakan varietas baru dari jenis Ikan Nila yang yang dikembangkan oleh ICLARAM di Philipina. Ikan Nila GIFT tersebut diintroduksi dari Philipina pada. tahun 1995 - 1997. Pada. tahun 2002 BPBI Wanayasa memperoleh famili Ikan Nila GET (Genetically Enhanched of Tilapia). Ikan Nila GET tersebut diintroduksi dari Philipina oleh Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat melalui BFAR (Bureau of Fisheries and Aquatic Research).

Sejak pertama kali didatangkan, sejak itu pula. budidaya Ikan Nila. dimulai. Kemampuan Ikan Nila dalam beradaptasi dengan lingkungan barunya menjadikan ikan ini mudah menyebar dan menjadi primadona dalam dunia budidaya perairan, khususnya perairan tawar.

Penyebaran Ikan Nila yang sangat cepat didukung dengan kecepat barunya bereproduksi menjadikan perkembangan ikan ini tidak terkontrol. Dampak negatifnya adalah banyak terjadi silang dalam (inbreeding), yang berakibat pada menurunnya kualitas genetik ikan, selanjutnya akan menyebabkan turunnya performa ikan tersebut baik pertumbuhan, daya tahan terhadap, penyakit,maupun kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya.

Untuk mengatasi penurunan kualitas genetik Ikan Nila tersebut, Ariyanto (2004) menyatakan salah situ langkah yang dapat ditempuh adalah melaksanakan program pemuliaan dengan Sasaran akhir mendapatkan induk lkan Nila unggul. Keunggulan tersebut diharapkan dapat diwariskan pada keturunannya, sehingga menghasilkan benih unggul (berkualitas). Salah situ alternatif program pemuliaan dalam menghasilkan induk unggul adalah melalui program penangkapan seleksi (selective breeding).


IKAN NILA NIRWANA (Nila Ras Wanayasa)

Upaya-upaya mendasar yang mengarah kepada penangkaran selektif Ikan Nila telah dimulai oleh Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Wanayasa dengan mengoleksi 18 famili Ikan Nila. GIFT generasi ke-6 dan 24 famili Ikan Nila GET dari Philipina. Selanjutnya pada tahun 2003, BPBI Wanayasa melakukan kerjasama dengan para. pakar perikanan dari Tim Ahli Tilapia Broodstock Center, untuk menyusun dan melaksanakan program pengelolaan dan seleksi Ikan Nila tersebut dengan tujuannya untuk mernpertahankan atau bahkan mernperbaiki kualitasnya.



Sumber genetik kegiatan seleksi adalah GIFT (Genetic Improvement for Farmed Tilapia) dan GET (Genetically Enhanched Tilapia). Saat ini dalam kurun waktu pengerjaan selama 3 (tiga) tahun, BPBI Wanayasa telah mendapatkan induk penjenis (Great Grand Parent Stock/GGPS), yang selanjutnya diberi nama Ikan Nila Nirwana. (Nila. Ras Wanayasa) yang, penyediaan dan diseminasinya diawasi oleh pemerintah.

Kegiatan seleksi dilaksanakan di Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan seleksi famili dimulai pada minggu ke-3 bulan Juli Tahun 2003 dan masih berlangsung sampai dengan saat ini.


PROSEDUR PELAKSANAAN SELEKSI DAN HASIL YANG DICAPAI

Program penangkaran selektif yang dilaksanakan adalah seleksi famili" (Gambar 1), mengacu pada SPO pemuliaan Ikan Nila yang diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Induk Ikan Nila Nasional (PPIIN) tahun 2004 yang dimodifikasi sesuai dengan kondisi lapangan.















Tahapan kegiatan untuk setiap generasi dilakukan dengan langkah kerja sebagai berikut :

1. Menyiapkan sejumlah famili dari koleksi yang ada;

2. Mengkondisikan Induk Ikan Nila yang akan diseleksi agar dapat memijah secara bersamaan;

3. Memijahkan sebanyak 5 (lima) pasang Induk untuk masing-masin famili hasil persilangan yang baru;

4. Mengamati secara periodik untuk menandai pasangan-pasangan yang memijah

5. Benih ikan dari pasangan masing-masing famili yang memijah pada hari yang sama digabung dan diambil secara acak sebanyak 500 ekor untuk dipelihara lebih lanjut;

6. Pendederan benih ikan dilakukan pada hapa berukuran 5 x 2 x 1,5 M3 di kolam sampai dapat dibedakan antara jantan dan betina secara Morfologis (umur 4 bulan);

7. Kelompok Ikan Nila jantan dan kelompok Ikan Nila Betina ditimbang dan diukur (panjang baku, tinggi badan dan panjang kepala) satu per satu.;






8. Kemudian. dipilih 10 ekor betina terbesar dan 10 ekor jantan terbesar dan selajutnya ditagging serta dilakukan pencatatan

9. Setiap famili hasil seleksi dipelihara secara terpisah antara jantan dan betina sampai siap dipijahkan untuk membentuk generasi berikutnya.

Hingga saat ini dalam kurun waktu pengerjaan selama 3 (tiga) tahun, telah didapatkan tiga generasi Induk (F1, F2 dan F3). Dengan rincian jumlah famili, sebagai berikut:
• F1 menghasilkan 33 famili;
• F2 menghasilkan 34 famili;
• F3 menghasilkan 44 famili;


RENCANA MENGEMBANGKAN DAN PRODUKSI
A. Rencana Pengembangan.
Melanjutkan kembali kegiatan seleksi hingga. dapat menghasilkan lnduk Nila Nirwana generasi selanjutnya.

B. Rencana Produksi.
Memperbanyak dan mendistribusikan. turunan Induk Nila Nirwana kepada petani/UPR.

5. HASIL YANG TELAH DIPEROLEH
Ikan Penjenis (GGPS) dari Ikan Nila Nirwana (Nila Ras Wanayasa) akan dicapai pada generasi ke-3 atau sekitar 3 tahun sejak awal tahun 2004. Selama proses berlangsung, ikan-ikan tersebut dipelihara secara terkontrol, cukup pakan dan kepadatan yang rendah agar karakteristik genetiknya dapat tereksploitasi.

Secara periodik ikan-ikan yang sedang dalam proses seleksi ini dipantau morfologi dan morfometriknya. Genetic Gain setiap generasi. diukur dengan perbandingan laju dan populasi kontrolnya (Gambar 2).

Selanjutnya akan hadir Ikan Nila Nirwana atau Nila Ras Wanayasa-1, Wanayasa-2 dstnya yang merupakan perbaikan secara genetik dari generasi yang sebelumnya.

Program penangkapan selektif Ikan Nila Wanayasa ini dilakukan sepenuhnya oleh staf-staf terampil BPBI dengan bimbinaan dari Tim Ahli "Tilapia Broodstock Center".


sumber : Dinas Perikanan Propinsi Jawa Barat,2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar