Kamis, 04 Oktober 2012

IKAN GUPPY

ikan Guppy dengan nama ilmiahnya (Poecilia reticulata) ditemukan oleh Robert John Lechmere Guppy, seorang yang berkebangsaan Inggris, di Trinidad pada tahun 1850. Sejak saat itu nama Guppy digunakan sebagai nama populer untuk ikan ini.

ikan gappy ini mulai diminati dan memiliki nilai ekonomi yang bisa dijadikan peluang usaha. di indonesia ikan ini cukup digemari karena memiliki sirip yang indah dan menarik serta ukurannya yang kecil membuat ikan ikan ini  mudah diletakkan dimana saja dengan aquarium yang kecil pula. atau mungkin bisa dijadikan hiasan diruang tamu.



adapun klasifikasi dari ikan guppy adalah
Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Actinopterygii
Ordo:Cyprinodontiformes
Famili:Poeciliidae
Genus:Poecilia
Spesies:P. reticulata

ikan ini sangat cocok bagi anda yang ingim belajar memijahkan ikan yang nantinya akan menjadi peluang bisnis bagi anda. dan kedepannya bisa menjadi tambahan pemasukan bagi anda sendiri. karna ikan ini sangat mudah berkembang biak dan cepat besar.

langkah awal untuk memijahkan ikan guppy adalah dengan membedakan jantan dan betinanya dulu.ciri dari ikan guppy jantan dan betina sangatlah mudah untuk dibedakan. apabila ikan guppy memiliki tubuh yang ramping dan memiliki warna yang cerah sudah dapat dipastikan bahwa ikan tersebut adalah jantan. sedangkan jika bentuk tubuhnya menggelembung dan warnanya tidak cerah atau cenderung pudar. berarti ikan tersebut betina.

perlu diketahui bahwa Ikan gapi bersifat ovovivipar, yaitu pembuahan terjadi di dalam tubuh, embrio disimpan dan terus berkembang dalam tubuh induk, akan dilahirkan sebagai anak setelah kurang lebih 20 hari masa kehamilan. Ikan betina mampu menyimpan sperma dalam tubuhnya sehingga dari satu kali perkawinan dapat melahirkan sampai tiga kali dengan jarak waktu antar kehamilan 7-43 hari, dengan selang waktu antara melahirkan anak dengan pemisahan induk betina dari jantannya berkisar 16-35 hari.

persiapan yang perlu dilakukan untuk memijahkan ikan guppy adalah pemilihan induk Calon induk ikan gapi dapat diperoleh setelah ikan berumur 4 bulan. Untuk menyetarakan perkawinan masa pemeliharaan induk dilakukan di wadah terpisah. Makanan yang diberikan berupa larva Chironomus (chu merah) dan Daphnia (kutu air), yang diberikan dua kali sehari. Pergantian air dilakukan 2-3 hari sekali sebanyak 20-30% volume wadah pemeliharaan.


setelah induk sudah dipilih, berikutnya adalah mempersiapkan tempat pemijahan berupa bak. bak yang bisa dari bekas cet.  dan bisa juga menggunakan bak yang besar apabila menginginkan pemijahan secara masal.  sehingga dapat memangkas biaya dan juga waktu bagi yang ingin menjadikan ini sebagai bisnis. karena perkawinan ikan gapi secara massal belum tentu terjadi semua pada hari pertama setelah dicampurkan, maka biasanya lama pencampuran 4-7 hari. Pada umumnya selama waktu tersebut ikan gapi sudah kawin sehingga ikan betina dapat dipisahkan dari induk jantannya agar tidak terganggu oleh induk jantan. Induk betina yang sudah kawin tersebut dipelihara diwadah akuarium berukuran  cm atau di bak yang diberi aerasi.

Setelah dua minggu dari waktu pemisahan induk, sudah dapat diketahui induk betina yang hamil dengan cara melihat adanya daerah gelap pada bagian belakang sirip anal dan perutnya sedikit membengkak. Induk ikan yang tidak hamil diambil dan dimasukkan kedalam wadah pemeliharaan induk, sementara induk yang hamil dibiarkan disatukan atau disatukan ke wadah yang lain.


Jumlah anak gapi dari setiap kelahiran berkisar antara 50-200 ekor dengan perbandingan jenis kelamin sekitar 1:1. Anak ikan gapi yang lahir dipisah dari induk agar tidak terjadi persaingan dalam mendapatkan makanan. Selain itu, agar induk tersebut mendapatkan makanan yang cukup sehingga kehamilan keduanya dapat menghasilkan anak dengan jumlah yang maksimal.
Anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan. Setelah berumur satu hari, anak ikan diberi makan naupli Artemia atau kutu air yang kecil. dapat pula diberi kuning telur yang sudah direbus dan dihancurkan sebelumnya. 

Pemeliharaan anak ikan gapi sebaiknya di ruangan yang bisa terkena sinar matahari agar warnanya cemerlang. Wadah pemeliharaan anak ikan dapat berupa bak beton atau bak plastik yang cukup luas yang dilengkapi dengan sistem aerasi. Pergantian air dilakukan setiap dua hari sekali sebanyak 20-30% volume wadah pemeliharaan.

Seleksi jenis kelamin dapat dilakukan setelah anak ikan gapi berumur satu bulan dengan cara melihat ciri kelamin sekundernya seperti sirip ekor lebih panjang, warna lebih bagus dan sirip anal yang runcing. Sebagian besar anak ikan betina yang dihasilkan bisa dijual atau dibuang dan sisanya dapat dipelihara lebih lanjut untuk dijadikan calon induk.

adapun cara yang bisa digunakan untuk bisa menghasilkan 100% anakan jantan pada ikan guppy yaitu Tehnik yang bisa digunakan untuk menghasilkan semua ikan gapi jantan adalah dengan mengarahkan diferensiasi kelaminnya menggunakan hormon jantan (androgen) seperti 17a-methyltestosteron. Karena ikan gapi ini melahirkan anak dan diferensiasi kelaminnya terjadi pada saat masih didalam perut induknya, maka pemberian hormon yang dilakukan pada saat induk hamil. Dosis hormon yang diberikan adalah 2 mg/l air perendaman dengan lama perendaman 24 jam. Cara pembuatan larutan hormon sama seperti pembuatan larutan hormon pada ikan cupang, yaitu hormon dilarutkan terlebih dahulu dengan alkohol 70% dan selanjutnya dicampurkan dengan air yang akan dipakai merendam. Pada setiap satu liter air yang sudah diberi hormon dapat merendam 3 ekor induk yang sudah hamil, baik pada hamil pertama maupun pada hamil kedua. Perendaman pada saat hamil pertama dilakukan setelah 14 hari dari waktu pemisahan antara induk jantan dan betina, sedangkan perendaman hamil kedua dilakukan setelah 14 hari dari waktu melahirkan pertama. Selama kegiatan perendaman, kedalam air perendaman ikan tetap diberi aerasi.  Jumlah anak yang dihasilkan dari perlakuan tidak berbeda atau sama dengan ikan yang tidak diberi hormon, dan anak yang dihasilkan dapat semua jantan (100%).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar