Kamis, 11 Oktober 2012

CARA MEMBUAT PELET DARI KOTORAN SAPI



Dalam proses membudidayakan ikan hal yang menjadi keharusan adalah ketersediaan pakan. Pakan yang baik dalam proses budidaya adalah pakan yang mengandug nutrisi yang dibutuhkan ikan. Pakan itu sendiri terdiri dari pakan alami berupa zooplankton maupun phitoplankton dan juga extra fooding (pakan tambahan) yang biasanya berupa pellet. Terkadang persediaan pakan tambahan merupakan masalah yang sering timbul di kalangan petani. Sering kali harga yang ditawarkan oleh penjual pellet membuat petani harus berfikir keras agar kegiatan budidayanya tidak mengalami kerugian.

Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah diatas. dan yang akan saya bahas pada artikel ini adalah "bagaimana membuat pellet sendiri". Dengan cara tersebut maka kebutuhan akan pakan tambahan berupa pellet bisa terpenuhi. Adapun berbagai cara dan bahan yang bisa dijadikan alternatif untuk pembuatan pellet. dan yang saya pilih dalam artikel ini adalah "pembuatan pellet dari kotoran sapi". 


Pembuatan pellet dari kotoran sapi ini dipilih karena beberapa faktor yang yang sangat baik untuk kebutuhan pakan ikan. Adapun unsur-unsur kimiawi yang terkandung di dalam kotoran sapi yaitu:

Ether : 2,8 %
Hemisellulosa : 18,6 %
Selulosa : 25,2 %
Lignin : 20,2 %
Protein : 14,9 %
Debu : 13,0 %
Air Dingi : 5,0 %
Air Panas : 5,3 %

Dari data yang diperoleh diatas, pemilihan kotoran sapi dikarenakan kotoran sapi memiliki kandungan sellulosa dan protein yang seimbang. 
Sejumlah hasil analisis menyatakan bahwa kotoran sapi dalam keadaan dingin mengandung 70%-80% air,0,3% - 0,06% nitrogen, 0,1% - 0,4% fosfor sebagai P2O5, dan 0,3% - 1,0% potasium sebagai K2O.

Berdasarkan data-data yang telah diperoleh itulah maka dapat dinyatakan bahwa kotoran sapi sangat baik untuk dijadikan bahan dasar dalam pembuatan pellet.

Ada berbagai macam cara yang dalam pembuatan pellet. Pembuatan pellet sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisa ikan. jadi sebaiknya sebelum membuat pellet lakukanlah analisa kebutuhan nutrisi terhadap ikan yang akan dibudidayakan. Sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal dalam proses budidaya. seringkali pembuatan pellet dilakukan tanpa memperhatikan kebutuhan dari ikan yang akan dibudidayakan. Sehingga akan menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan apabila sampai teidak mampu memenuhi kebutuhan dari ikan. Apabila dalam melakukan pengracikan tidak seimbang atau berlebih maka akan timbul pengeluaran yang sia-sia. tentu saja itu tudak baik bagi proses budidaya.


Dalam pengambilan kotoran sapi yang akan digunakan sebagai pembuatan pelet sebaiknya memiliki sifa yang tidak berbau. Karna apabila berbau akan membuat ikan enggan untuk memakan pelet. langkah-langkahnya yaitu dengan cara: 

1. Kotoran sapi diambil dan dibersihkan., Agar kotoran padat, kering, dan tidak berbau, sapi hanya diberi makan jerami kering dan diberi minum air dicampur bakteri pengurai yang diambil dari rumen (perut besar sapi). Pemberian minum sebanyak satu ember dua kali sehari.


2. Kotoran dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih satu minggu hinga benar-benar kering, untuk menghilangkan kandungan gas yang terkandung dan membunuh bakteri.

3. Setelah setelah proses pengeringan selesai, kotoran kotoran dihaluskan dan dicampur dengan ikan asin yang ditumbuk halus, bekatul atau kulit ari beras, tetes tebu atau air kelapa, dan tepung tapioka.

4. Takaran yang perlu digunakan dalam pencampuran pakan ikan , komposisinya 70% kotoran sapi, 20% bekatul, 10% tetes tabu atau air kelapa. Sementara untuk pakan udang, komposisinya 60% kotoran sapi, 30% bekatul, dan 10% tetes tebu atau air Kelapa. komposisi ini tidak bersifat wajib. Komposisi bisa di sesuaikan dengan kebutuhan.

5. Setelah semua bahan tercampur merata, langkah selanjutnya adalah membentuknya menjadi btiran-butiran kecil. Bisa menggunakan alat pembuat pelet, atau bisa juga dengan cara manual memakai tangan.



Dari artikel yang saya tulis ini semoga menjadi bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi untung pemanfaatan dalam bidang lainnya.



4 komentar:

  1. saran bisa disertakan daftar pustaka, penilitian dri mna? trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini berdasarkan pengalaman pribadi bak. Awalnya berasal dari rembukan dengan temen2 perikanan brawijaya

      Hapus
    2. Dear bapak.
      Sebelumnya saya pernah tahu hal ini waktu saya berkunjung ke teman saya di blitar dan beliau memiliki budidaya lele. waktu itu saya kaget bahwa beliau memberi makan lele and gurami dengan campuran kotoran ayam/sapi kering yang di campur ke dalam dedak/bekatul.
      Tapi untuk penelitian nya saya blm pernah dengar. kl fakta iya saya pernah lihat.

      Hapus
  2. pelet jenis ini cocok tidak dengan ikan mas,nila dan gurame

    BalasHapus